Jumat, 08 April 2011

one point :

IF THE ONLY TOOL YOU HAVE IS A HAMMER, YOU TREAT EVERYTHING LIKE A    NAIL........ ( ABRAHAM MASLOW)

Ngisi waktu....


                                            nGisI wAktU.... Kali-2...Cuap-cUap dI RadIo........


OUTLINE PERENCANAAN STRATEGI PERUSAHAAN

PERENCANAAN STRATEGI PERUSAHAAN
 BERDASAR FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH DALAM INDUSTRI JASA PENERBANGAN.
(STUDI KASUS PERUSAHAAN PENERBANGAN INDONESIA)
Oleh : Jaka Pujiyono, DMB-6


BAB I
PENDAHULUAN
1.1.Lata Belakang

Pada bagian ini dijelaskan perkembangan industri penerbangan Indonesia dari kondisi saat ini termasuk dinamika yang terjadi di jasa penerbangan Indonesia saat ini.
Disampaikan juga secara sekilas  dinamika persaingan di lapangan dari beberapa perusahaan penerbangan dalam negeri.

1.2.Perumusan Masalah
Dalam menghadapi persaingan yang semakin ketat, perlu suatu strategi yang tepat. Dalam bab ini dibahas perlunya dibuat suatu perencanaan strategi perusahaan.
1.3.Tujuan Penelitian
Pada bagian ini disampaikan, tujuan dari penelitian . Baik tujuan yang terkait dengan persyaratan akademis, maupun tujuan yang terkait dengan penerapan lapangan (industri penerbangan)


BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1  Studi Terdahulu
Pada bagian ini disampaikan penelitian atau studi terdahulu yang terkait atau relevan dengan perkembangan industri penerbangan.
2.2.Teori -Teori
Pada bagian ini dimuat teori-teori yang relevan, baik yag terkait perencanaan strategi maupun terkait dengan industri jasa pnerbangan.



BAB III
METODE PENELITIAN
3.1 Jenis Penelitian
Penelitian ini menggunakan tipe penelitian kualitatif eksploratif. Tahapan penelitian dimulai dari studi literatur, desain pelitian,interview, FGD, Pendalaman.

3.2 Operasionalisasi Variabel
Penelitian ini menggunakan melibatkan dua dimensi variabel, yaitu variabel bebas dan variabel tidak bebas.

3.3 Data , Teknik Pengumpulan Data, dan Prngolahan Data
Data yang diperlukan adalah data skunder dan primer. Pengumpulan data dilakukan dengan beberapa cara, baik studi literatur maupun pengambilan secara langsung.
Dalam bagian ini disampaikan “Metoda Pengolahan Data’ yang dipakai, sesuai dengan desain penelitian yang dibuat.
3.4.Uji Validitas dan Reliaibilitas
Dalam bagian ini disampaikan langkah yang dilakukan untuk menguji validitas penelitian dan dan reabilitasnya.

BAB IV
DATA DAN PENGOLAHAN DATA
4.1 Data
Pada bagian ini dijelaskan bagaimana mekanisme pemiligan data, pengumpulan data baik data sekunder maupun data primer.
4.2. Pengolahan Data
Pada bagian ini dijelaskan :
Langkah-langkah pengolahan data
Metode pengolahan data
Hasil Pengolahan data

BAB V
 ANALISA DAN PEMBAHASAN

5.1 Analisa hasil pengolahan data
Dalam bab ini dilakukan analisa terhadap hasil pengolahan data sebelumnya.

5.2. Perencanaan Strategi
Bagian ini membahas semua aspek hasil analisa. Kemudian dirumuskan alternatif strategi, ditentukan beberapa strategi yang layak sesuai faktor=faktor yang mempengaruhi.


BAB VI
KESIMPULAN DAN SARAN
6.1. Kesimpulan
Dari hasil pembahasan bab-bab sebelumnya, dapat disimpulkan :
Terkait penerapan teori dalam penelitian ini.
Terkait perencanaan strategi perusahaan

6.2. Saran
Dalam bagian ini dijelaskan:
Saran apa yang diberikan terkait dengan pengembangan akademis.
Saran apa yang diberikan terkait dengan penerapan di industri penerbangan



Kamis, 07 April 2011

Intermeso...dalam gambar !!!!

BBM-an..jangn berlebihan....
jangan sampai si kecil berdo'a seperti ini !!!!



                                                                      Lirikanmu...boleh juga cantik !!!


Merpati..si market leader di Papua...



Pray for Japan   !!!!

Rekomendasi lagu-lagu bagus untuk santai:

Lagu lama :
1. Cinta (Bimbo)
2. Angin Malam (Broery)
3. Kisah-kasih di Sekolah
4. Tiada Dusta Diantara Kita
5. Kau Yang Kusayang (Rollies)
6. Malam Pertama (Chrysie)...minggu depan di up date

Lagu Baru (agak Baru):
1. Demi waktu (Ungu)
2. Masih (Ada Band)
3. Jaga Slalu Hatimu (Seveententh
4. Belanova (once)
5. Bukan Cinta Biasa (Afgan)
6. Cinta Terakhir (Gigi)...minggu depan di up date lagi...

Lagu Barat:
1. Hello (Lionel Richie)
2. Lady (Kenny Roger)
3. If
4. Still
5. The Power of Love
6. Love Story
7. Crazy
8. Girl
9. I Love You
10. Imagine

Coba deh...pokoke asyiik deh.. !!!!!

Selasa, 05 April 2011

Birokrasi musuh Produktivitas ?

BIROKRASI MUSUH PRODUKTIVITAS

Jack Welch dikenal kalangan bisnis sebagai CEO kaliber internasional. Gagasan, kritikan,keteladanan dalam memimpin bisnisnya banyak diamati dan ditiru. Salah satu pernyataan yang kontrovesial adalah “birokrasi adalah musuh produktivitas’. Welch berkata kepada para karyawannya untuk “ memukul dan menendang’. Para CEO General Electic berperang selama dua dekade melawan birokrasi dengan inisiatif-inisiatif seperti ‘boundaryless’ (tanpa batas) dan work out.
Daftar nilai-nilai GE secara khusus menyebutkan ketidaktoleran perusahan terhadap birokrasi (hal ini masuk daftar paling atas selama bertahun-tahun) dan menekankan pentingnyamembangun suatu organisasi yang bercirikan kepercayaan, semangat, dan informal. Welch mengenali dampak birokrasi yang merugikan dan mengetahui bahwa jikaia tidak membersihkan organisasi dari keburukan ini, GE tidak akan pernah menjadi perusahaan kompetitor global yang disegani (The Jack Welch; lexicon of leadership: 2002).
Pertanyaannya apakah “perlawanan’ Welch itu juga dimaksudkan pada birokrasi publik? Apakah birokrasi publik selama ini juga membunuh produktivitas kerja para pegawainya dan inatansinya? Kalau benar begitu dimana peran etika administrasi atau kebijakan publik dalam birokrasi? Dan bagaimana pula dengan reaksi masyarakat umum yang berhak memperoleh pelayanan prima? Kalau saja kenyataan semua terjawab dengan nilai negatif maka pantas saja para calon investor asing urung menanamkan modalnya di Indonesia.
Pembahasan:
Dalam Program tujuh point yang dikenalkan , Jack Welch mengajukan konsep perbaikan perbaikan manajemen dengan memadukan perkataan dengan pelaksanaan. Ketujuh poti tersebut meliputi :
1. Membangun Visi
2. Mengubah Budaya untuk mencapai visi
3. Menyetarakan organisasi
4. Menghapus birokrasi
5. Memberdayakan setiap orang
6. Meningkatkan kualitas
7. Menghilangkan batasan
Konsep untuk meningkatkan efektivitas organisasi dan manajemen dalam menjalankan bisnis yang diterapkan Jack Welch terbukti dengan kemajuan G.E. yang diakui para praktisi bisnis maupun para ahli organisasi dan manajemen.
Suatu konsep/pandangan Jack Welch terkait ‘Menghapus Birokrasi’ dan “Meneghilangkan batasan”, merupakan konsep/pandangan yang memberikan perbedaan dengan para pelaku/pengambil keputusan suatu organisasi bisnis lainya.
Konsep “menghapus birokrasi” bisa juga disebut sebagai ‘Adokrasi”. Dalam struktur organisasi, adokrasi merupakan kebalikan langsung dari birokrasi dalam arti: tidak terstruktur, terdesentralisasi, dan lebih responsif. Dalam adokrasi didesain untuk menghasulkan keputusan yang terbaik, berbeda dengan dalam birokrasi dimana struktur dianggap sangat penting .
Birokrasi dapat diartikan sebagai sistem administrasi hirarkis yang dirancang untuk berhubungan dengan sejumlah besar pekerjaan rutin , yang sebagian besar mengikuti sekumpulan peraturan kaku dan tidak personal .
Dalam kamus manajemen dan bisnis yang dikeluarkan Oxford;” birokrasi dicirikan oleh sifatnya yang permanen dan stabil, kumpulan pengalaman dan panduan, dan tanpa menaruh kepercayaan pada individu.”.
Gagasan awal tentang “Adokrasi’ muncul dalam karya para teori kepemimpinan Amerika Serikat Warren G.Bennis. Dia menulis tentang perusahaan dimasa depan dalam ‘The Themporary Society. Dalam teori tesebut disampaikan bahwa perusahaan kedepan akan bersandar pada tim proyek yang cepat dan fleksibel dalam struktur yang disebut “adhocracy”.
Aliran dan gagasan ‘kontra-birokrasi’ ini semakin berkembang setelah Alvin Toffler menyampaikan pandangan adokrasi nya dalam buku yang ditulisnya “ Future Shock” tahun 1970. Dalam buku itu, disampaikan tentang perubahan-perubahan di perusahaan sebagai dunia baru yang bebas bentuk dari organisasi-organisasi kinetik.
Mintzberg tahun 1970 menerbitkan buku “The Structuring of Organization” yang mengemukakan ada empat tipe dasar perusahaan, yaitu : birokrasi mesin, birokrasi profesional, wirausaha pemula, dan Adokrasi.
Robert Waterman dalam bukunya “Adhocracy” tahun 1990, mengatakan bahwa adokrasi sebagai bentuk organisasi yang memotong jalur birokrasi normal untuk menangkap peluang, menyelesaikan masalah, dan mendapatkan hasil. Dan ia berpendapat, dalam era perubahan berkelanjutan, organisasi-organisasi seperti seperti ini akan menjadi yang paling sukses.
Jack Weclh menearpkan CEO yang sukses menerapkan ‘Adokrasi’ dalam pola kepemimipinannya. Perubahan mendasar dan berkelanjutan dengan menerapkan adokrasi, secara nyata membawa GE semakin besar dan mendunia. Bahkan beberapa eksekutif GE bertebaran menjadi CEO-CEO di perusahaan-perusahaan lain.
Memadukan “menghapus birokrasi “ dan”menghilangkan batasan” , Jack Welch memunculkan budaya baru dalam komunikasi dan pengambilan keputusan. Berkurang hirarki dan memperbanyak komunikasi langsung menjadi “salah satu” faktor kecepatan pengambilan keputusan dan sekaligus diiukit lancarnya informasi dan komunikasi secara vertikal dan horisontal. Kondisi ini menghasilkan lahirnya inovasi-inovasi yang unggul dan menjadikan salah satu keunggulan GE. Penerapan adokrasi oleh Jack Welch tidak hanya berhenti di konsep yang dipakai, tetapi juga perlu ‘gaya’ yang jelas bagi pengambil keputusan. Jack Welch dalam menjalankan perannya, juga menerapkan 4E (enegie,energizing other, competitive edge, execution).
Adokrasi semakin banyak diterapkan perusahan-perusahaan bisnis . Ini menjadi bukti bahwa adokrasi membawa pengarh positif bagi lembaga bisnis. Bagaimana dengan lembaga publik, yang orientasinya adalah pelayanan pada masyarakat?
Sesuai definisi dari Robert Waterman bahwa adokrasi sangat diperlukan dalam memecahkan masalah khususnya dalam menangkap peluang, menyelesaikan masalah, mendapatkan hasil. Berdasar objektif dari adokrasi, maka pola ini bisa diterapkan dalam lembaga publik. Semua lembaga bisnis, pada dekade ini memprioritaskan perhatian pada pelanggan dengan tingkat pelayanan. Semua konsep manajemen termasuk adokrasi, salah satu interesnya adalah meningkatkan pelayanan supaya pelanggan puas (customer centric).
Salah satu pembeda lembaga binnis dengan lembaga publik adalah orientasi profit dan non profit, bukan pada fungsi pelayanan pada pelanggan. Lembaga bisnis perlu meningkatkan kepuasan pelanggan dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan, sedangkan lembaga publik juga perlu meningkatkan kepuasan pelanggan (publik) supaya publik/masyarakat menjadi puas .
Beberapa hal yang perlu disesuaikan bagi lembaga publik bida mau menerapkan adokrasi (menghilangkan birokrasi), diantaranya:
• Perlu perubahan budaya kerja/organisasi
• Perlu perubahan SOP (Standart Operating Procedure)
• Penyesuaian Kualifikasi dan kompetensi SDM
• Penyesuaian proses kerja.
Beberapa hal yang perlu diperbaiki, disesuaiakan, dikembangkan tersebut merupakan pekerjaan komplek dan perlu berkelnjutan. Perubahan ini perlu komitmen tinggi dan berkelnajutan, sehingga dapat memberikan dampak pada peningkatan pelayanan masyarakat/publik.
Pekerjaan-pekerjaan besar inilah yang sangat mempengaruhi keberhasilan manajemen lembaga publik dalam menerapkan adokrasi dalam peningkatan pelayanan publik.
Dibalik peluang peningkatan kualitas pelayanan dengan menerapkan adokrasi di lembaga publik, ada beberapa hal kritis yang menjadikan resiko juga tinggi. Dengan adokrasi, masalah akuntabilitas menjadi sangat rawan. Lembaga publik menempatkan akuntabilitas menjadi hal utama dan menjadi suatu keharusan dengan regulasi yaang sudah baku. Menghilangkan birokrasi tidak berarti menghilangkan akuntabilitas, tetapi tetap diperlukan akuntabilitas yang tinggi dengan tentunya disesuaikan pola regulasi yang terkait akuntabilitas.
Jadi dapat disimpulkan:
1. Memusuhi birokrasi dalam arti meminimasikan beirokrasi (adokrasi) dapat menjadi acuan para eksekutif dalam mengambil keputusan.
2. Adokrasi juga dapat diterapkan di lembaga-lembaga publik dengan beberapa langkah perubahan dan penyesuaian.
3. Penerapan konsep adokrasi, juga perlu diimbangi dengan gaya manajemn yang mendukung, sepeti penerapan 4E yang dilakukan Jack Welch.

Sedikit Tentangku

Saat ini... lebih banyak berkencimpung di bidang "penerbangan, hotel, dan pariwisata".
Saat-saat tertentu....ikutan dalam membantu "resrukturisasi perusahaan".. ya.. konsultan bidang manajemen & bisnis secaa sederhana...
Karena masih ada waktu... ya sekalian nambah ilmu "S-3 Manajemen Bisnis" di salah satu Perguruan Tinggi Negeri di Indonesia.
Sekali waktu.. mengurangi stress dengan mencoba "beberapa instrumen music'.
Nah.. yang paling penting.. selalu memohon dan bersyukur kepada-Nya...